Thursday, October 3, 2013

Biaya pelantikan Wali Nanggroe Rp 50 M Khianati Rakyat

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kecaman terhadap biaya pengukuhan Wali Nanggroe yang dianggap memboroskan anggaran terus terjadi. Biaya pelantikan yang mencapai Rp 50 miliar dengan acara 7 hari 7 malam sudah menjadi polemik baru di publik.


Pengamat Politik Keamanan Aceh, Aryos Nivada menilai, anggaran sebesar itu sebagai bentuk dari pengkhianatan yang dilakukan oleh pemerintah Aceh pada rakyat yang masih miskin.

"Biaya pelantikan Wali Nanggroe (WN) sebesar Rp 50 miliar, merupakan bentuk pemborosan nyata yang dilakukan oleh DPRA terhadap uang rakyat Aceh. Bahkan tampak sekali skenario bahwa jabatan pemangku adat itu dibuat lebih hebat dari Gubernur Aceh itu sendiri dari sisi anggaran," kata Aryos Nivada, Rabu (2/10) di Banda Aceh.


Mirisnya, untuk pelantikan Gubernur Aceh saja tidak menelan biaya sebesar itu. Menurut dia, ini semakin jelas telah menafikan keberadaan Gubernur Aceh itu sendiri.


Dijelaskannya, bila dikaji dari sisi hukum, WN hanya jabatan adat yang diatur dalam Qanun Aceh. Di sisi lain bukan jabatan politik yang mampu dibuat seremonial melebihi mandatnya sebagai lembaga adat.


"Ini sangat jelas telah menafikan keberadaan gubernur, setahu saya, pelantikan gubernur saja tidak menghabiskan anggaran sebesar itu," tambahnya.


Peneliti Jaringan Survey Inisiatif ini menambahkan, bila dikaji secara serius, anggaran yang besar itu hanya akan terbuang percuma untuk acara seremonial yang kurang menyentuh kebutuhan publik masyarakat Aceh. "Tidak ada manfaat apapun untuk kepentingan peningkatan ekonomi mikro bagi rakyat Aceh. Ini hanya mencoba memperlihatkan sisi wah-nya saja. Dalam hal ini DPRA mencoba mengkhianati rakyat Aceh secara mandat pengelolaan uang rakyat," ujar Aryos. Oleh sebab itu Aryos sarankan kepada DPRA agar bisa menghapus anggaran sebesar itu.

Bila ini tetap dipertahankan, kata Aryos, semakin memperjelas anggota parlemen Aceh sekarang ini bukanlah wakil rakyat yang nyata. Mereka tidak lebih hanya wakil parpol yang punya kepentingan dengan adanya pelantikan WN secara politik dan ekonomi.

Sebelumnya diberitakan, biaya untuk pengukuhan Wali Nanggroe yang telah diplotkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sebesar Rp 50 miliar. Dana sebesar itu diperuntukkan untuk even pengukuhan Wali Nanggroe selama 7 hari.

"Benar, kita telah mengusulkan dana untuk pengukuhan Wali Nanggroe (WN) senilai Rp 50 miliar," kata Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Adnan Beuransyah, Selasa, (1/10) di Banda Aceh. Wali Nanggroe dijabat oleh Malik Mahmud.

sumber : Merdeka